Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Misteri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Buaya Terbesar Di bumi Yang Pernah Ada ( Sarcosuchus )

Sarcosuchus, (artinya 'daging buaya' dan biasa disebut "SuperCroc") adalah sebuah genus punah crocodyliform dan relatif jauh dari buaya. Itu berasal dari Periode Cretaceous awal apa yang sekarang Afrika dan merupakan salah satu raksasa terbesar buaya-seperti reptil yang pernah ada. Itu hampir dua kali panjang buaya air asin modern dan beratnya sekitar 8-10 ton.




Sampai baru-baru ini, semua yang dikenal dari genus adalah beberapa fosil gigi dan baju zirah scutes, yang ditemukan di Gurun Sahara oleh ahli paleontologi Perancis Albert-Félix de Lapparent, tahun 1940-an atau 1950-an. Namun, pada tahun 1997 dan 2000, Paul Sereno menemukan setengah lusin spesimen baru, termasuk satu dengan sekitar setengah kerangka utuh dan sebagian besar tulang belakang. Semua buaya raksasa lain yang dikenal hanya dari beberapa parsial tengkorak, sehingga yang sebenarnya yang terbesar adalah pertanyaan terbuka.




Ketika sepenuhnya dewasa, Sarcosuchus diyakini telah sepanjang bus kota (11,2-12,2 meter atau 37-40 kaki) dan berat hingga 8 ton (8,75 ton). buaya yang pernah hidup terbesar , buaya air asin, kurang dari dua pertiga dari panjang (6,3 meter atau 20,6 kaki adalah dikonfirmasi terpanjang individu) dan sebagian kecil dari berat (1.200 kg, atau 1.3 ton) !! luar biasa!!!
 

Senin, 14 November 2011

Asal Muasal Kue Ulang Tahun Dan Tiup Lilin

Yang namanya ulang tahun hampir dipastikan selalu ada kue ulang tahun. Tradisi meniup lilin juga selalu ada saat kue ulang tahun dihadirkan. Sebenarnya apakah kamu tahu asal muasal kue ulang tahun dan tiup lilin? Berikut sejarah singkatnya.

Asal muasal kue ulang tahun
Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak.

Pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat.

Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai?
Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18.

Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin.

Diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu napas berarti keinginan akan terkabul dan orang tersebut akan memperoleh nasib yang baik di tahun mendatang.
 
sumber : http://cilap.blogspot.com/2011/11/asal-muasal-kue-ulang-tahun-dan-tiup.html

KTP Jaman Kompeni

Kartu Tanda Penduduk pada Jaman Belanda (Nederlandsch Indie).
Verklaring van Ingezetenschap, voor personen in Nederlandsch Indie geboren,
atau terjemahannya, Kartu Tanda Penduduk untuk orang yang lahir di Hindia Belanda.

Tampak Dalam



Tampak Luar





Cap








Diterbitkan di Batavia (sekarang Jakarta), pada 14 April 1921.
Dokumen ini dicetak diatas kertas zegel jenis emboss,
dengan nilai 1 1/2 Gulden (Een Gulden en Vijftig cent).
Ukuran: 15 cm X 10 cm.
Sebuah dokumen sipil kuno dari jaman Belanda yang cukup langka.
 
 
sumber : http://cilap.blogspot.com/2011/11/ktp-jaman-kompeni.html

The Hand Resist Him, Lukisan Berpenghuni Gaib

The Hand Resist Him | Konon di dunia ini ada lukisan yang terkutuk. Berita ini sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia sejak dahulu, judul lukisannya 'The Hand Resist Him' atau sering disebut sebagai (THRH).

THRH atau yang juga dikenal sebagai eBay Haunted Painting adalah lukisan yang dibuat oleh Bill Stoneham pada taun 1972, di lukisan ini, dia menggambarkan seorang anak kecil berdiri di depan sebuah pintu kaca bersama bonekanya, di pintunya banyak tangan yang menempel.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5BZLdQBLsPYOU8lMPjI5l-xo8hErpwonf9tVAzgsqO55ssXaEfTc0UDTh9yunVLpu7TMEsOBq3gHxPKMHxUG-JKo-ydowqSoSMBzgqgRwcQOb5Yt-rHZYFMob-CfE7_DLMlDzvAbSVug/s400/hands_resist_him1.jpg

Menurut Bill, anak kecil di lukisan itu adalah dirinya saat berumur 5 tahun, pintunya merupakan pemisah antara dunia nyata dan dunia mimpi dan bonekanya sendiri sebagai pemandu yang mengawal anak kecil itu. Sedangkan tangan-tangan yang menempel di pintu menggambarkan kehidupan lain.

Lukisan ini mulai jadi 'Urband legend' sejak di posting ke eBay pada Februari 2000. Lukisan ini pertama kali di pamerkan di Galeri Los Angeles tahun 1970-an, THRH akhirnya jatuh ke tangan aktor John Marley, dia terkenal atas perannya sebagai Jack Woltz dalam The Godfather.

Setelah Marley meninggal, lukisan itu terus berpindah tangan di California, sampai akhirnya ditemui di tempat pelelangan.

THRH muncul di situs lelang eBay bulan Februari 2000. Menurut penjualnya, lukisan itu membawa kutukan. Dia bilang kalau karakter dalam lukisan itu bergerak di malam hari, dan kadang-kadang hilang dari lukisan itu ke dalam bagian rumah yang ada di lukisan.

Penjual yang namanya tidak diketahui ini juga bilang kalau karakter boneka wanita mengancam karakter laki-laki dengan benda yang dia pegang, ini membuat karakter laki-laki meninggalkan lukisan. Dia juga bilang kalo dia tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi aama pembeli THRH berikutnya.

Berita ini menyebar cepat di internet, menurut orang yang sudah melihat lukisan ini, mereka merasa tidak nyaman dan ketakutan setelah melihat lukisan ini. Di eBay sendiri lukisan ini dilihat sebanyak 30 ribu kali.

Dengan tawaran awal hanya $199, THRH berhasil terjual $1,025. Pembelinya, seorang pemilik Galeri di Grand Rapids, Michigan, menghubungi Bill Stoneham berkaitan dengan horor di lukisan itu dan deskripsi seram di eBay. Dia mengaku terkejut dengan semua cerita dan interpretasi aneh terhadap lukisan itu.

Bill juga bilang kalau pemilik galeri dimana THRH dipamerkan pertama kali dan kritikus yang mengkritik lukisan ini meninggal kurang dari 1 tahun setelah kontak dengan lukisan ini.

Bill juga membuat sekuel dari lukisan itu yang judulnya Resistance at the Threshold, yang juga terlihat menyimpan misteri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTOu-PXWLGVYLW50ACQkZKpc9efSBEzZT6txcXv158JtpgOdHPAEgJbgR8nZd5cMk2zMcWFDLA7up5LfPxQaiis5ndLd4JjpXF3SaqRcDPbTaiR0hQ8GHR5ubX4kFgPD4cEiQO_zBTuAA/s400/5080576.jpg

Di lukisan yang ini, anak laki-lakinya sudah dewasa, bonekanya juga sudah rusak-rusak. Belum ada laporan lagi apakah lukisan ini menghantui pemiliknya yang baru. Menurut banyak pengamat, Fenomena misterius ini sengaja dibuat agar lukisan ini laku mahal.
 
 
sumber : http://cilap.blogspot.com/2011/11/hand-resist-him-lukisan-berpenghuni.html

Minggu, 16 Oktober 2011

Ditemukan orang indonesia yang menjadi tentara NAZI

Percayakah anda jika foto diatas adalah orang indonesia? Ya, Orang Indonesia yang menjadi Prajurit Waffen-SS, Kesatuan kelas elit dalam tentara NAZI

Foto ini berasal dari Mark Bando, peneliti sejarah Amerika yang khusus meneliti unit-unit pasukan Parasut Amerika. Dalam salah satu penelitiannya tentang Divisi Airborne ke-101, dia bertemu dengan Wilson Boback, salah seorang veteran yang ikut bertempur di Belanda dalam Operasi Market Garden bulan September 1944. Unit Boback berhadapan dengan bagian dari pasukan Landstorm Nederland (simpatisan Jerman di Belanda) dan Boback berhasil membunuh salah satunya. Dia kemudian menggeledah mayat si prajurit, dan menemukan sebuah foto yang jelas-jelas merupakan orang Indonesia (saat itu masih bernama Hindia-Belanda) yang sedang memakai seragam Legion Nederland (kerah wolf’s hook plus perisai dan cufftitle buatan Belanda), bersama dengan helm khas Jerman berkilauan lengkap dengan lambang LN.

Kemungkinan orang itu memang orang indonesia yang menjadi prajurit NAZI, bisa kita simpulkan karena divisi itu adalah simpatisan NAZI dari Belanda yang notaben-nya saat itu belanda sedang menjajah indonesia, dan orang itu mungkin tinggal di belanda dan menjadi tentara NAZI.

Hal ini memperlihatkan bahwa setidaknya ada satu orang Indonesia yang pernah menjadi tentara Waffen-SS, dan kemungkinan besar dia tidaklah sendiri! Ada lagikah orang Indonesia lain yang pernah jadi tentara Nazi?

Jadi bagaimana menurut anda, apakah itu membagakan atau memalukan?

Sumber : http://www.apasih.com/2010/09/ditemukan-orang-indonesia-yang-menjadi.html

Jumat, 30 September 2011

10 Mitos dalam Medis yang tidak terbantahkan

Dari rekomendasi dokter untuk minum delapan gelas air setiap hari agar suhu tubuh tetap stabil dari dingin ketika sakit, beberapa mitos medis yang bertahan tidak peduli berapa kali mereka telah dibantah.
Berikut adalah 10 Mitos dalam Medis yang tidak terbantahkan :
1.) Mitos bahwa Vaksin dapat menyebabkan flu dan autisme

Sementara tubuh dapat bereaksi untuk menembak apapun dengan demam derajat rendah, rumor bahwa vaksinasi flu dapat menyebabkan flu adalah "bohong," kata Dr Rachel Vreeman, rekan-penulis "Jangan telan permen karet Anda !!! Mitos, Setengah-Kebenaran, dan Kebohongan tentang Tubuh dan Kesehatan "(St Martin Griffin, 2009).

Para vaksinasi flu tidak mengandung virus flu mati, tetapi memang mereka mati dan"Sebuah virus mati tidak bisa dibangkitkan untuk menyebabkan flu," kata Vreeman.

Adapun vaksin menyebabkan autisme, mitos ini dimulai pada tahun 1998 oleh sebuah artikel di jurnal The Lancet. Dalam studi tersebut, orang tua dari delapan anak-anak autis mengatakan mereka percaya anak-anak mereka memperoleh autisme setelah mereka menerima campak, gondok dan rubela vaksinasi. Korelasi dengan cepat bingung dengan sebab akibat, dan sejak itu, rumor yang merajalela meskipun banyak penelitian - seperti studi 2002 di New England Journal of Medicine 530.000 anak-anak yang telah menemukan apapun untuk menyarankan bahwa vaksinasi meningkatkan risiko menjadi autis.

Sayangnya, daya tahan mitos ini, kata Vreeman, yang juga melakukan penelitian pediatrik, terus memakan waktu dan dana yang dapat digunakan untuk membuat kemajuan dalam autisme, membuktikan lagi dan lagi, bahwa vaksinasi tidak menyebabkan Autisme.

2.) Mitos Bahwa Suplemen selalu membuat Anda sehat
Peningkatan jumlah studi yang menemukan bahwa suplemen vitamin mungkin tidak hanya akan efektif tetapi bahkan mungkin berbahaya. Misalnya, orang menenggak vitamin C dan E dapat predisposisi diri untuk kanker, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini dalam jurnal Stem Cells, sebagai dosis tinggi antioksidan ini dapat menyebabkan kelainan genetik. Demikian pula, sebuah penelitian yang diterbitkan tahun ini dalam jurnal Cancer Research terkait suplemen minyak ikan dengan kanker pada tikus.

"FDA (Food and Drug Administration) tidak memerlukan suplemen diatur dengan cara yang sama bahwa obat, yang dapat menjadi masalah yang nyata," kata Vreeman. Akibatnya, keamanan suplemen yang beredar di masyarakat belum begitu dalam dipelajari.

Selanjutnya, botol-botol bisa mendukung kebenarannya dan bahkan membuat kesalahan dalam rekomendasi dosis, katanya.

Tidak perlu khawatir tentang overdosis, namun, jika yang baik-untuk-Anda senyawa yang berasal dari makanan yang nyata, bukan pil. "Sebuah pil vitamin bukan jawabannya," kata Vreeman. "Makan lebih sehat secara umum adalah jawabannya."


3.) Mitos bahwa Cuaca dingin membuat Anda sakit

"Mitos ini umum di seluruh dunia, tetapi hanya tidak benar," kata Vreeman MyHealthNewsDaily. Penelitian telah menunjukkan kita mungkin merasa lebih gejala flu - nyata atau imajiner - ketika kita dingin (setelah semua, pilek disebut dingin karena suatu alasan), namun suhu tidak membuat kita lebih rentan terhadap virus. Hal ini telah dikenal setidaknya sejak 1968, ketika sebuah studi di New England Journal of Medicine menunjukkan apa yang terjadi ketika orang peneliti terkena dingin ke rhinovirus (salah satu penyebab flu biasa).

Kemungkinan untuk menggigil di ruangan dingin atau gagap dalam penangas es, orang tidak lebih mungkin untuk mendapatkan sakit setelah mengendus kuman dingin daripada pada suhu yang lebih nyaman.

Dan jika Anda sudah sakit, tidak ada alasan Anda tidak bisa pergi ke cuaca dingin. Sedangkan istirahat adalah yang baik untuk tubuh yang sakit, suhu dingin tidak akan membuat perbedaan pada waktu pemulihan, kata Vreeman. Bahkan, sementara penelitian ini dalam tahap awal, "apakah mungkin bahwa sedang terkena dingin bahkan dapat membantu tubuh Anda dalam beberapa cara," katanya.

Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa pilek lebih sering terjadi pada bulan sejuk karena orang-orang tinggal lebih lama di dalam rumah, berinteraksi lebih dekat dengan orang lain dan memberikan lebih banyak kesempatan untuk kuman menyebar.

4.) Mitos bahwa Manusia hanya menggunakan 10 persen dari otak kita

Pembicara motivasi dan guru swadaya telah mempromosikan yang satu ini sejak sedini tahun 1907, sebagai cara untuk mendorong orang untuk memasuki beberapa kapasitas laten, menjelaskan Vreeman dan co-penulis Aaron Carroll, baik dari Indiana University School of Medicine. Namun tidak satupun dari orang-orang ini mendasarkan pada penyuaraan ilmu pengetahuan.

Hari ini, kita dapat melihat pada setiap scan otak, mengukur aktivitas pada waktu tertentu, dan memiliki tertawa besar di mitos ini. "Anda hanya tidak melihat daerah aktif yang besar," kata Vreeman.

Jadi mengapa ide masih tertinggal dalam budaya populer?

"Saya pikir kita suka," kata Vreeman. "Kita ingin berpikir tetapi kita belum mencapai potensi penuh kita."


5.) Mitos bahwa Gula anak-anak berubah menjadi monster kecil
Ini bisa sulit untuk menemukan orang tua yang tidak percaya ini, kata Vreeman. "Tapi itu berada di kepala mereka."

Dalam satu studi sangat cerdas - antara pembelokan studi menemukan efek nihil gula pada kekusutan - anak-anak diberi Kool-Aid yang dimaniskan dengan aspartam, suatu senyawa yang mengandung gula. Para peneliti mengatakan pada setengah dari orang tua bahawa Kool-Aid mengandung gula, dan kepada setengah lainnya mengatakan kebenaran. Orang tua yang berpikir anak-anak mereka naik gula tinggi melaporkan anak-anak mereka tak terkendali dan terlalu aktif. Tapi sensor di pergelangan anak-anak, yang mengukur tingkat aktivitas, mengatakan sebaliknya: Anak-anak benar-benar bertindak tenang. Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Abnormal Child Psychology pada tahun 1994.

Gula sering diberikan pada saat aturan longgar dan ada banyak anak lain di sekitar - seperti pesta ulang tahun dan liburan, kata Carroll. Faktor-faktor mungkin berada di balik ketekunan mitos dalam budaya populer, katanya.


6.) Mitos bahwa Anda harus tetap terjaga jika Anda telah mengalami gegar otak

Gegar otak yang relatif umum, dan sementara mereka selalu mendapat perhatian medis, mereka jarang parah atau mengancam jiwa.

Peringatan untuk tetap terjaga setelah gegar otak paling mungkin tumbuh dari kesalahpahaman tentang jenis tertentu dari cedera kepala - yang melibatkan pendarahan otak - di mana "masa jelas" diikuti dengan koma atau lebih buruk. Tapi ini sangat jarang dan tidak berhubungan dengan orang dengan gegar otak yang normal, kata Vreeman.

"Jika Anda telah dievaluasi oleh dokter, dan dia mengatakan bahwa Anda memiliki gegar otak ringan secara teratur, Anda tidak perlu khawatir bahwa seseorang harus membangunkan Anda setiap jam," katanya.

7.) Mitos bahwa Permen karet tetap di perut Anda selama 7 tahun

Meskipun benar bahwa banyak bahan dalam permen, seperti elastomer, resin dan lilin, yang dicerna, itu tidak berarti mereka nongkrong di usus kita dan menjadi bagian dari keabadian.

Banyak dari apa yang kita makan - bahkan hal yang dianjurkan untuk dimakan, seperti serat adalah untuk dicerna. Namun sistem pencernaan adalah bagian kuat dari mesin organik, dan apapun tidak dapat menyerap, bergerak terus.

Meskipun lengket dan konsistensi aneh dari permen karet, "bergerak menuju saluran pencernaan dan masuk ke toilet," jelas Vreeman


8.) Mitos bahwa Membaca di tempat gelap atau menonton TV terlalu dekat dapat merusak penglihatan Anda

Cahaya redup, atau alternatifnya, menatap ke dalam tabung warna-warni dari jarak dekat, niscaya dapat membuat mata Anda bekerja begitu keras dan melukai mata anda. Tetapi tidak ada bukti bahwa aktivitas seperti itu dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang, kata Vreeman.

Mitos TV mungkin sudah mulai pada tahun 1960, dan pada waktu itu mungkin benar. Beberapa warna awal TV berjumlah tinggi yang dipancarkan dari radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan mata, tapi masalah ini telah lama diperbaiki, dan TV hari ini dan monitor komputer yang relatif aman, katanya.

Jika Anda atau anak Anda cenderung untuk duduk begitu dekat dengan komputer atau TV dan melukai mata anda, mungkin sudah waktunya untuk memeriksa rabun jauh. Tapi duduk terlalu dekat tidak membuat kebutuhan untuk kacamata - bahkan jika mendapatkan kacamata bisa memperbaiki kebiasaan.
9.) Mitos bahwa Anda harus minum setidaknya 8 gelas air sehari


"Secara umum, kita tidak semua berjalan-jalan dalam keadaan dehidrasi," kata Vreeman, menambahkan bahwa tubuh kita sangat baik mengatur tingkat cairan kita.

Mitos delapan gelas sehari kemungkinan dimulai pada 1945 ketika Dewan Makanan dan Nutrisi dari National Research Council mengatakan orang dewasa harus mengambil sekitar 2,5 liter air sehari (setara dengan sekitar delapan gelas, atau dua-pertiga dari galon ). Sementara sebagian besar media melaporkan hanya itu, dewan benar-benar pergi menjelaskan bahwa sebagian besar 2,5 liter berasal dari makanan.

Rekomendasi tersebut harus diubah ke: Minum, atau makan, sekitar delapan gelas cairan sehari.

10.) Mitos bahwa Setelah makan anda harus menunggu satu jam sebelum Anda berenang

Mitos ini telah merusak banyak sore hari musim panas, memaksa tua dan muda untuk kegerahan di panas matahari sementara air dingin memanggil - semua karena mereka cukup hati-hati untuk menyajikan selai kacang dan jelly.

Biarkan larangan dicabut: Tidak ada alasan khusus untuk tidak berenang setelah makan, kata Vreeman.

Benar, setiap jenis olahraga berat dapat menjadi tidak nyaman (meskipun tidak berbahaya) setelah pesta besar. Tapi bagi kebanyakan dari kita, pengalaman bersantap yang meliputi pantai pasir ditaburi keripik dan sandwich basah yang hampir tidak perhatian.

Dan kram dapat terjadi kapan saja, apakah Anda sudah makan atau belum. Jika Anda berenang di perairan sehingga kasar yang kuda Charley akan berarti kematian Anda, Anda mungkin harus berenang di tempat lain. Hanya jangan lupa piknik !!! 



sumber : http://sehatitubaik.blogspot.com/2011/08/10-mitos-dalam-medis-yang-tidak.html

Kamis, 29 September 2011

Kisah-kisah Seram seputar Kampus UI

Selama kuliah di Fakultas Sastra (FS) UI dan juga di Fakulta Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) UI, selain mendengar rumor-rumor tentang kisah-kisah seram, saya juga mengalami sendiri beberapa kejadian yang membuat bulu kuduk berdiri. Apalagi di gedung VI FSUI (sekarang telah berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya, FIB) yang terletak di ujung komplek fakultas, di pinggir lembah Teksas (Teknik, Ekonomi Sastra). Tak jarang saya juga diminta jadi paranormal dadakan untuk mengobati rekan-rekan mahasiswa yang kesurupan.

Menarik untuk disimak, ternyata ada beberapa kisah horor yang berkembang turun temurun terkait kampus rakyat. Apalagi, dari sekitar 600 hektar luas komplek ini, mayoritasnya masih terdiri dari hutan dan danau. Saya coba rangkum dan ceritakan ulang 5 kisah misteri yang biasa menghantui 5 lokasi berbeda di UI. Simak baik-baik dan siap-siap untuk merinding.

Hantu Mahasiswi di Gerbatama
Alkisah ada seorang mahasiswi yang meninggal karena ditabrak lari di sekitar gerbang utama (gerbatama). Hantunya gentayangan, karena pulang kuliah dia tidak bisa lagi pulang ke rumah. Hantu ini selalu menghantui taksi-taksi kosong yang baru mengantar penumpang ke dalam kampus. Buat para sopir yang sudah mengetahui kisah ini, mereka akan berhati-hati. Tapi sial bagi yang tidak tahu, karena harus membawa si hantu mahasiswi pulang ke rumahnya di sekitar Bintaro. Hantu ini juga tak jarang mengganggu mereka yang berdiri atau berjalan sekitar gerbatama, terutama satpam.


Gadis Gantung Diri di Rektorat
Seringkali sivitas akademika yang beraktivitas hingga larut malam, baik mahasiswa maupun dosen menghindari lewat rektorat. Karena, banyak sekali saksi mata yang pernah melihat penampakan seorang gadis berjalan tertatih-tatih dengan kepala terkulai. Ketika ditegur dia takkan menyahut dan ketika diperhatikan akan terlihat wajahnya yang pucat dengan mata melotot, bibir kebiruan dan lidah terjulur. Dia adalah mayat gadis yang gantung diri di sekitar rektorat. Penyebabnya, diputuskan pacarnya dalam keadaan hamil. Jadi, masih berani pulang lewat rektorat malam-malam?

Hantu Berkebaya di Fakultas Teknik
Tiap tahun saat acara wisuda di Fakultas Teknik (FT) UI selalu ada penampakan mahasiswi lengkap dengan kebaya dan sanggulnya berdiri di salah satu balkon gedung kuliah menghadap ke arah lapangan. Atau terkadang berjalan dan ikut berbaur dengan para wisudawan tapi tidak dikenal oleh siapapun. Konon dia adalah hantu gentayangan mahasiswi yang kecelakaan saat akan berangkat wisuda ke kampu. Rupanya si arwah tidak bisa menerima kenyataan kalau tidak jadi diwisuda. Jadi, hati-hati kalau saat wisuda ada perempuan tak dikenal yang mengajak kenalan ya...

Kereta Hantu Stasiun UI
Ini adalah kisah paling klasik yang sudah beredar dari pertengahan 90an. Ceritanya ada seorang mahasiswa yang baru pertama kali naik kereta sehingga tidak tahu jam operasionalnya. Stasiun kereta UI yang sangat sepi tak membuatnya curiga. Tiba-tiba kereta datang dan berhenti di hadapannya. Berbekal karcis abodemen, dia langsung masuk gerbong dan duduk. Saat dia melihat sekeliling, suasananya sangat kuno. Semua penumpang menunduk lesu, pakaiannya lusuh dan tak peduli satu sama lain. Atribut dan aksesoris yang digunakan mereka pun kuno dan ketinggalan jaman.

Tanpa curiga, ia tetap saja duduk. Anehnya, kereta itu tak berhenti di semua stasiun hingga mahasiswa itu ingin turun di stasiun Tebet. Tak ada penumpang lain yang turun kecuali dirinya. Mahasiswa itu baru tersadar ketika penjaga stasiun Tebet menegurnya dan bertanya apa dirinya tidak capek berjalan sepanjang rel kereta. Si mahasiswa syok karena merasa dirinya naik kereta. Si penjaga menenangkan sambil berkata kalau si mahasiswa baru saja menaiki kereta hantu. So, jangan nekat untuk menunggu kereta kalau tidak tahu jam operasional terakhirnya!

Hantu Mpok Betawi  di Fakultas Hukum
Beberapa kali baik mahasiswa maupun masyarakat yang melintas di depan Fakultas Hukum (FH) UI maupun di Balik Rel (Barel) melihat seorang mpok-mpok berpakaian Betawi kuno. Dia akan selalu menanyakan arah jalan kepada tiap orang yang ditemuinya. Ada sebuah kejadian lain, dimana setelah ditanya si mpok-mpok, seorang mahasiswa diikuti dan akhirnya melihat penampakan kepala si mpok di depannya. Hiii... Diduga si mpok adalah korban perampokan di jaman dulu dan dibuang di lokasi FHUI. FHUI dulunya adalah hutan dan rawa-rawa.

Itulah beberapa kisah seram yang saya ingat beredar dari dulu dan mungkin hingga sekarang. Entah apakah sekarang, mereka masih gentayangan menghantui kampus Makara ini? Atau justru anda sudah tidak sendirian lagi saat membaca kisah ini? Apalagi tulisan ini diterbitkan pada hari Jumat tanggal 13. He7x... Tak ada satupun niatan untuk menakut-nakuti loh!. So, kuatkan nyalimu dan jangan pernah ragu akan keberadaan Tuhan yang selalu melindungimu dari gangguan dan godaan Setan yang terkutuk.
 
 
 
 
sumber : http://mainmakanminum.blogspot.com/2011/05/kisah-kisah-seram-seputar-kampus-ui.html

13 Mitos Mengemudi di Jalan Tol

Mendengar berita tentang 2 kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang merenggut 6 nyawa manusia membuat sahabat sepullturabby.blogspot.com bertanya-tanya. Apalagi kejadian ini ditanggapi dengan tidak logis. Selama ini terlalu banyak hal simpang siur yang kita percayai turun temurun begitu saja tanpa mengecek kebenarannya. Hasilnya? Kita lebih mempercayai mitos daripada fakta, bahkan kita sudah tidak bisa membedakan lagi mana mitos dan mana fakta.


Berikut mitos-mitos terkait mengemudi di jalan tol disertai fakta yang akan meluruskannya:
1. MITOS! Jalan tol adalah jalan bebas hambatan, pengemudi dapat melaju dengan aman.
Faktanya:
Di jalan tol Cipularang terdapat banyak rintangan, diantaranya: tikungan, tanjakan dan turunan dengan derajat ketajaman bervariasi hingga tingkat ekstrim, lintasan melengkung yang kadang tergenang air dan dorongan angin samping saat tiba di celah-celah bukit.
2. MITOS! Ukuran tinggi dan besar kendaraan tidak mempengaruhi cara kita mengemudi;
Faktanya:
Semakin tinggi bentuk kendaraan maka semakin tidak stabil saat kecepatan tinggi. Semakin besar bentuk kendaraan akan mempengaruhi momentum inersia kendaraan tersebut, sehingga jarak pengereman pun semakin panjang! Haluan/ Radius putarnya pun semakin besar. Berat kendaraan juga mempengaruhi gaya melebar/ menyamping saat menikung.
3. MITOS! Jarak pengereman tidak dipengaruhi bentuk dan berat kendaraan tapi ditentukan sistem pengereman kendaraan itu sendiri;
Faktanya:
Jarak pengereman ditentukan beberapa faktor, yaitu: kondisi fisik dan perilaku pengemudi, kondisi, bobot dan kecepatan kendaraan, kondisi lintasan dan cuaca.
4. MITOS! Mayoritas penyebab ban pecah di jalan tol akibat tekanan angin berlebih (over pressure)
Faktanya:
Over pressure tidak membuat ban mudah pecah namun mempengaruhi kemampuan traksi ban terhadap permukaan jalan. Pressure yang kurang dari rekomendasi pabrik juga dapat membuat bahan pada side wall/ dinding ban mengalami keletihan/ fatigue berat akibat terlalu intensnya elasitas ban menerima beban.
5. MITOS!  Mengemudi pada lintasan menurun dengan kecepatan tinggi tidak berbeda dengan permukaan/ lintasan datar
Faktanya:
Kecepatan tinggi saat lintasan menurun beresiko tinggi kecelakaan! Terjadi perubahan inti gravitasi dan distribusi bobot, handling kendaraan menjadi sangat sensitif. Saat kendaraan bergerak tidak sesuai keinginan pengemudi, respons terlalu spontan tanpa sempat berpikir menggunakan logika. Inilah awal petaka!
6. MITOS! Karena lancar dan tidak padat, resiko kecelakaan di jalan tol lebih rendah
Faktanya:
Resiko kecelakaan justru lebih massif dan dahsyat! Pengemudi cenderung mengebut dengan kecepatan tinggi, sehingga momentum yang dihasilkan jauh lebih besar dan sulit dikendalikan.

7. MITOS!  Dibandingkan jalan biasa, mengemudi di jalan tol tidak perlu konsentrasi tinggi
Faktanya:
Secara umum, jalan tol itu lebar, lancar, cepat dan monoton dengan resiko kecelakaan tinggi sehingga justru memerlukan konsentrasi lebih tinggi. Kenapa? Karena situasi tersebut membuat fisik cepat letih, kewaspadaan menurun dan adrenalin tinggi untuk memacu kendaraan semakin cepat dan cepat.
8. MITOS! Kecepatan kendaraan tidak mempengaruhi kestabilan kendaraan
Faktanya:
Setiap pergerakan kendaraan akan menimbulkan momentum dan gaya sentrifugal! Semakin cepat maka semakin besar momentum dan gaya sentrifugalnya, sehingga mengurangi kestabilan kendaraan dan menjadi liar (selip, understeer, oversteer, dll)

9.
MITOS! Saat ada masalah, tindakan pertama adalah pengereman
Faktanya:
Menghadapi masalah (selip, pecah ban, menghindari kendaraan lain) harus diawali proses analisa logika diikuti keputusan dan tindakan yang cepat dan tepat. Pengereman bukan selalu solusi, bila dilakukan di saat  dan tempat yang keliru akan menimbulkan masalah baru.
10. MITOS! Tidak ada perbedaan mengemudi baik dengan kecepatan tinggi maupun rendah di lintasan menikung
Faktanya:
Prinsipnya, ketika kendaraan melaju dengan kencang, kestabilannya berkurang, cenderung sensitif, sulit dikendalikan. Kurangi kecepatan sejak lintasan lurus/ sebelum mengubah arah kemudi, buat lintasan menikung selebar mungkin (tight in tight out), jangan melambat saat di tikungan dan pertahankan kecepatannya.
11. MITOS!  Bila letih maka kunyah permen, merokok, minum kopi, minuman berenergi atau suplemen, mengobrol dengan penumpang dan atau membuka kaca agar terkena angin
Faktanya:
Keletihan berat (Automatic Behavior Syndrom) diakibatkan antaranya oleh akumulasi kurang tidur, bekerja berlebihan dan sakit. Pada kondisi ini, kemampuan interpretasi akan menurun, logika memburuk dan kontrol tubuh berkurang. Cara-cara tersebut diatas takkan membantu banyak. Apalagi bila minum kopi dan minuman berenergi karena justru akan membuat stamina semakin melorot dan mendorong sering buang air kecil. Berhentilah! Rehat, tidur beberapa saat akan membantu mengembalikan kebugaran. Tapi, rehat yang terbaik adalah tidur pulas.
12. MITOS! Perjalanan malam lebih aman karena sepi dan lampu mobil terang 
Faktanya:
Sesuai jam biologis tubuh manusia/ Circadian Rhythm, malam diciptakan untuk rehat dan tidur bagi manusia. Seterang-terangnya lampu penerangan jalan raya (PJR) dan lampu kendaraan, tetap lebih terang matahari. Lagipula, kondisi dan situasi yang sepi memicu pemakai kendaraan terlena dan tidak waspada.

13. MITOS! Mengemudi dengan kecepatan rendah jauh lebih aman daripada kecepatan tinggi
Faktanya:
Bahaya! Kecepatan kendaraan justru harus disesuaikan dengan kondisi jalan di depan kita, perbedaan kecepatan yang cukup signifikan tidak disarankan! Jika terlalu pelan, akan membahayakan diri sendiri dan pemakai jalan lain yang berkecepatan tinggi. Bila terlalu tinggi, kendaraan akan sulit dikendalikan.

Nah, sahabat sepullturabby.blogspot.com itulah 13 mitos yang selama ini dipercaya sebagai fakta oleh kita semua.  Padahal kenyataannya sangat jauh dari kebenaran. Mudah-mudahan dengan adanya artikel ini dapat mengurangi tingkat kecelakaan di jalan tol dan membuat kita semua semakin waspada. Safety First!
 
 
 
sumber : http://sepullturabby.blogspot.com/2011/09/13-mitos-mengemudi-di-jalan-tol.html 

Sabtu, 17 September 2011

Kuburan Massal di Bawah Monumen Westerling


"Jika dilihat sekilas, kotak itu tak bermakna."

VIVAnews  -- Suasana  siang itu sepi menyayat. Hanya ada segelintir orang, tak banyak kendaraan yang lalu lalang. Sebelum mencapai pendopo, sebuah patung tembaga menjulang setinggi empat meter . Menggambarkan sosok seorang pejuang yang selamat, namun cacat.  Hanya memiliki satu kaki dan satu tangan. Disangga tongkat, ia berdiri menatap langit, dengan dahi berkerut.

Di sebelahnya, ada bangunan kotak, strukturnya seperti rumah panggung, hanya lebih pendek. Ukurannya 6x6x12 meter.  Sejumlah patung pejuang pria dengan ukuran kecil seakan sedang ‘memanggulnya’. Bagian tengahnya dipenuhi relief yang menggambarkan kejadian mengerikan: mayat-mayat yang bergelimpangan dan penduduk desa yang berduka. Menggambarkan situasi pembantaian 40.000 jiwa rakyat Sulsel.

Monumen pembantaian Westerling 2 

“Jika dilihat sekilas,  kotak itu tak bermakna, tapi jika diperhatikan seksama, monumen dibangun menyerupai peti mati,” kata penjaga monumen, Zaenal Ropu kepada VIVAnews.com. Tepat di bawah  "Monumen Korban Pembantaian 40.000 Jiwa" terdapat kuburan massal ratusan jiwa orang Sulawesi Selatan yang dibantai pasukan Belanda yang dipimpin Raymond Pierre Paul Westerling.

Zaenal menceritakan, awalnya lokasi monumen yang terletak di  Kelurahan La'latang, Kecamatan Tallo itu adalah hamparan sawah dan rawa. Saat pasukan Westerling meraja lela, tempat itu dijadikan pembuangan korban pembantaian. Lubang yang menganga dipenuhi ratusan jasad.

"Menurut informasi turun temurun, di sinilah lubang besar itu dan dijadikan kuburan massal," kata Zaenal, menunjuk sebuah titik.

Lubang itu kini tak lagi terlihat, ditimbun dan di permanenkan dengan adonan semen selebar 2 meter dan panjang 6 meter. "Kira-kira sekitar tahun 1970, lubang itu ditutup total," tuturnya.  Lalu, pada tahun 1994 di atasnya dibangunlah monumen -- atas inisiatif Walikota Makassar saat itu, HM Endong Patompo.

Saat ditanya soal sejarah pembantaian Westerling, Zaenal mengaku tak tahu pasti. Ia mengaku hanya mendapat beberapa penggal cerita dari ayahnya, yang juga pernah menjaga monumen tersebut.

Pria 60 tahun itu menambahkan, oleh ayahnya ia diberitahu lokasi kuburan massal dan diberi tahu, bahwa jasad-jasad yang terbaring di sana adalah rakyat dari berbagai lokasi di Sulawesi Selatan. "Jika dianggap jagoan, maka dari daerah manapun, pasti mayatnya diseret dan dibuang disini. Kemudian warga lainnya, katanya dijemur dulu lalu ditembak dan dibuang ke lubang ini," kata dia.

Monumen pembantaian ini dijadikan salah satu obyek wisata sejarah dan budaya andalan Sulsel. Tapi kata Zaenal, tak banyak yang datang. Tempat ini baru ramai jelang peristiwa pembantaian Westerling, setiap tanggal 11 Desember. Selebihnyan bangunan itu hanya sesekali didatangi, itupun untuk kepentingan penelitian maupun untuk peliputan."Untuk keluarga korban, sangat jarang ada yang datang," tutupnya.

Padahal hanya setahun -- 1946 sampai 1947 -- tapi perilaku beringas Westerling dan para serdadunya meninggalkan sejarah kelam bagi masyarakat Sulsel. Sebanyak 40 ribu orang tewas dibantai, meski versi  Belanda menyebut angka sekitar 3.000 . Sedangkan Westerling mengaku, korban 'hanya' 600 orang.

Dengan alasan mencari 'kaum ekstremis', 'perampok', 'penjahat', dan 'pembunuh' -- Westerling masuk ke kampung-kampung. Siapa yang dianggap berbahaya bagi Belanda, dibunuh.

Metodenya tak hanya menggunakan berondongan senapan. Dalam sebuah buku yang ditulis Horst H. Geerken, tak hanya menginstruksikan tembak tengkuk -- sebuah metode cepat dan mematikan untuk membunuh, komandan pasukan khusus Belanda itu juga menginstruksikan penggal kepala. "Ratusan karung sarat penggalan kepala dilarung ke laut untuk menghilangkan identitas," demikian isi buku Horst yang dikutip Indonesian Voices.

Vonis Pengadilan Den Haag yang memenangkan korban pembantaian Rawagede, menyatakan Pemerintah Belanda bersalah secara hukum – menjadi pintu masuk untuk menggugat pembantaian sadis di Sulsel. Bukan untuk menguak luka lama, tak hanya bertujuan menuntut kompensasi, tapi demi keadilan bagi korban. (Laporan: Rahmat Zeena| Makassar)

Monumen pembantaian Westerling 3




sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/247888-kuburan-massal-di-bawah-monumen-westerling

Kamis, 18 Agustus 2011

Tahi Lalat Dalam Sejarah


Dulu tahi lalat dianggap sebagai pembawa sial dan kemampuan mengelola keuangan buruk.

VIVAnews - Anda mungkin mungkin menggangap tahi lalat yang ada di wajah Cindy Crawford, atau penampilan lama Madonna, membuat mereka terlihat makin seksi dan menarik. Tetapi faktanya, tahi lalat dalam sejarah memiliki 'catatan kelam'.

Dahulu, wanita yang memiliki tahi lalat selalu berusaha untuk menutupinya dengan berbagai cara. Itu karena tahi lalat dianggap sebagai pembawa kesialan hingga penanda kemampuan mengelola keuangan yang buruk. Apa saja fakta lainnya? Berikut cerita soal tahi lalat di berbagai era, seperti dilansir dari bellasugar.com.
1. Zaman Yunani Kuno

Orang Yunani kuno percaya bahwa tahi lalat dan tanda lahir dapat memprediksi nasib seseorang. Bahkan, Melampus, juru tulis Raja Ptolemeus I, menulis traktat perkiraan nasib seseorang secara keseluruhan berdasarkan letak tahi lalat. Rupanya, tahi lalat di pipi berarti kekayaan masa depan yang besar. Sementara, mereka yang memiliki tanda lahir di bagian belakang tenggorokan hidupnya akan berakhir dipenggal.

2. Kekaisaran China   
Dalam pengobatan China klasik, ada sebuah tradisi moleomancy, yaitu ramalan berdasarkan tahi lalat dan tanda lahir. Nasib baik atau buruk bisa dilihat dari tanda khusus ditentukan dari sembilan titik di wajah, yang merupakan titik kemakmuran. Termasuk juga ukuran dan warna tanda lahir. Tahi lalat  paling mudah dilihat dan dianggap sebagai peringatan atau pengingat nasib dan keberuntungan.

3. Romawi kuno

Bagi masyarakat romawi kuno, kulit mulus tanpa cacat adalah simbol kecantikan. Tahi lalat, bintik-bintik, dan tanda lahir dianggap sebagai masalah. Karena itu, wanita Romawi berusaha untuk menghapus atau memudarkan menggunakan abu yang terbuat dari siput.

4. Era Renaissance   
Orang-orang di zaman Renaissance memiliki ide yang terbilang aneh seputar tahi lalat. Salah satunya adalah Quack Richard Sanders yang menciptakan 'sistem' yang ia klaim dapat digunakan untuk mencari tahu orang-orang yang memiliki tanda lahir yang sama.
Saat itu, tanda lahir diyakini dapat menggambarkan kepribadian. Jadi, jika Anda dapat menemukan letak tahi lalat dan tanda lahir seseorang, maka bisa diketahui apakah kelak ia akan jadi suami, teman atau mungkin mitra bisnis yang baik atau tidak.

5. Abad ke-18

Pada abad ke-18, mouches yang artinya terbang, merupakan 'noda' yang jadi tren di kalangan wanita. Noda yang dibuat pada wajah ini seperti tanda kecantikan dan sangat populer di kalangan wanita Eropa Barat. Begitu banyak para desainer mulai mengembangkannya. Bahkan ada yang membuat ukuran besar dan mouches terlihat seperti seseorang yang ditarik oleh empat ekor kuda.

6. Era Victoria

Pada era Victoria berkembang frenologi, atau  'ilmu' yang menganalisis kepala seseorang untuk mengetahui kepribadian, kecerdasan, dan karakter secara keseluruhan. Bahkan ada moleoscopy, sub-genre khusus yang diklaim mampu mengidentifikasi ciri-ciri karakter berdasarkan letak tahi lalat. Misalnya, jika ada tanda lahir atau tahi lalat  di sisi kanan dahi mereka dianggap sangat cerdas dan kompeten. Jika tahi lalat ada di sisi kiri dahi, mungkin Anda tipe orang yang boros.

7. Era 1950an
   
Pada era 1950an, tahi lalat dianggap sebagai simbol seksualitas. Seperti Marilyn Monroe, ia memiliki tahi lalat besar di bagian sebelah kiri dekat dengan bibirnya. Lalu, Madonna dan Cindy Crawford juga memiliki tahi lalat dekat bibir. Dulu, tahi lalat dekat bibir dianggap penanda seseorang yang memiliki sensualitas tinggi
.



sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/241194-tahi-lalat-dalam-sejarah