Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

9 Jenis Burung Yang Tidak Bisa Terbang

  Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.

Semua burung yang hidup di dunia ini indah, tapi burung ini yang tercantum di bawah ini bahkan lebih unik karena ketidakmampuannya untuk terbang

1. Takahe Bird



Burung ini hanya ditemukan di Selandia Baru. Sempat dinyatakan Punah, namun diketemukan kembali di dekat Danau Te Anau di gunung Murchison.


2. Penguin



Sebuah penguin tidak bisa terbang tetapi merupaka perenang yang sangat ulung karena dapat mengepakkan lengannya dengan cepat. Ini adalah tipe yang hanya hidup di belahan Selatan, itu karena suhu dingin di sana

3. Kiwi
Burung ini endemik di Selandia Baru dan digunakan sebagai lambang nasional negara


4. Cassowary
Ini menjadi "unflightless birds" terbesar kedua setelah burung unta. Meskipun sudah punah[?????], burung ini tercantum dalam Guinness Book of Record sebagai Salah satu burung paling berbahaya

5. Ostrich
Burung ini dikenal sebagai "unflightless birds" terbesar dan merupakan satu-satunya yang hidup darifamilynya. Burung unta dapat berlari secepat 46 mil per jam dan dianggap sebagai burung pelari tercepat di darat.

6. Rhea Birds
Burung ini asli Amerika Selatan. Ini memiliki dua spesies Rhea Amerika dan Rhea Darwin. Burung ini mencapai hingga 6 bulan hingga menjadi matang tetapi tidak masuk ke peternakan sampai mencapai usia 2 tahun.

7. Kakapo
Jika kita akan meneliti tentang fosil Kakapo di seluruh negara Selandia Baru, akan terlihat bahwa itu adalah burung yang paling umum. namun burung ini tidak dapat terbang.

8. Emu
Burung ini adalah burung asli terbesar dari Australia adalah satu-satunya anggota genus Dromaius yang tersisa. Burung ini mencapai hingga 2 m (6,5 kaki) tingginya, dan umum bagi kalangan daratan Australia. Hampir sama dengan burung unta, dapat berlari hingga kecepatan maksimum 30 miled per jam.

9. Flightless Cormorant or Galapagos Cormorant
Nama itu sendiri akan menyarankan bahwa itu adalah penduduk asli di Pulau Galapagos. Di antara Cormorants lain, ini adalah satu-satunya Genus yang telah kehilangan kemampuan untuk terbang, itu mungkin karena burung ini telah mengadopsi kehidupan di tanah dan air.
 
 
sumber : http://cilap.blogspot.com/2011/11/9-jenis-burung-yang-tidak-bisa-terbang.html

Jumat, 28 Oktober 2011

9 Spesies Menakutkan, Salah Satunya Dari RI

Kodok Bertaring ditemukan di Sulawesi dan bernama latin d Limnonectes species I.

 Bumin kian tua, tapi kian banyak spesies hewan baru yang ditemukan. Ada yang unik, lucu, tapi banyak pula yang tampang dan rupanya menggerikan. Sejumlah hewan di bawah ini masuk dalam kategori 'Halloween Species' versi National Geographic edisi Oktober.

Halloween adalah hari, yang menurut legenda, di mana seluruh makhluk halus berkumpul dan jatuh pada 31 Oktober tiap tahunnya.

1. Beelzebub Bat (Kelelawar Iblis)
Beelzebub merupakan salah satu Pangeran di neraka. Nama 'sadis' itu kemudian diberikan pada kelelawar yang baru diumumkan pada 2011 ini. Nama 'bengis' ini disandang sang kalong seusai dengan warna bulunya yang hitam. Kontras dengan warna perut putihnya.
Burung yang ditangkap di hutan hujan Vietnam ini, selalu sigap menginggit siapa pun yang menangkapnya."Jika ada dia di tangan Anda, dia akan mencari cara apa pun untuk kabur," kata Neil Furey sebagai ahli biologis di grup konservasi Fauna & Flora International.

2. Cyclops Shark (Hiu Mata Satu)
Bentuknya mungil jika dibandingkan dengan saudaranya sesama hiu, yakni hanya 56 cm. Hanya ada satu mata di tubuh dan terletak tepat di tengah kepalanya. Hiu ini ditemukan di Meksiko.

 3. Jamur Pengendali 
Ditemukan spesies jamur batu yang tumbuh di kepala semut di hutan Brasil. Jamur ini bisa mengambil alih kendali otak sebelum akhirnya membunuh sang semut untuk mencari inang baru.

4. Devil Worm (Cacing Setan)
Cacing ini diklaim sebagai hewan yang hidup paling dalam di perut bumi. Nama latinnya Halicephalobus mephisto, sesuai dengan tokoh setan di legenda Faustian.

5. Kodok Vampir Terbang
Kodok jenis ini pertama kali ditemukan di tahun 2008 dengan panjang hanya lima centimeter. Mereka hidup di selatan Vietnam dan menggantungkan hidupnya dengan bergelantungan dari pohon ke pohon. Bagian tubuh yang digunakan: jari berselaput.

6.Dinosaurus Evil Spirit
Spesies yang ini sudah punah jutaan tahun lalu. Namun, seorang paleontologist berhasil menemukan bukti keberadaan dinosaurus ini. Dia memiliki moncong pendek dengan gigi depan tajam. 

7. Tiny Pit Viper
Spesies dari China ini diumumkan penemuannya pada Juli 2011. Didaulat sebagai ular viper terkecil di dunia dan hanya bisa tumbuh hingga 0,7 meter.

8. Kodok Bertaring
Inilah kodok yang ditemukan ditemukan di Kepulauan Sulawesi dan bernama latin d Limnonectes species I. Ada 13 jenis dari kodok ini, sembilan di antaranya baru pertama kali ditemukan. 
Namun, taring yang jadi bagian dari namanya sesungguhnya bukan taring. Melainkan tulang rahang yang menonjol.

9.Pit Viper Bermata Ruby
Spesies ini baru diumumkan pada Maret lalu dan hidup di Vietnam, timur Kamboja sepanjang plato Langbian.



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/259705-9-spesies-menakutkan--salah-satunya-dari-ri

Kamis, 29 September 2011

Alasan Kenapa Lalat Susah Dipukul

Sudah berapa kali Agan berhasil memukul lalat dengan tangan? Susah kan gan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.


Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

“Sekarang saya punya jawabannya,” ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

“Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai,” ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

“Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya,” ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.
 
 
 
sumber : http://cilap.blogspot.com/2011/09/alasan-kenapa-lalat-susah-dipukul.html